Sunday, May 3, 2020

MASAK? OH NOOOOOO


Hai sob, siapa nih yang belum bisa masak? Terutama kamu, kaum hawa. Kenapa belum bisa masak? Sibukkah? Atau gak menganggap penting?

Sekedar berbagi cerita nih. Awalnya sih aku pun juga gak menganggap masak sebagai hal penting. Tapi itu berubah ketika aku kuliah.

Ngekos, merupakan awal merasakan kehidupan serba mandiri. Mulai bangun pagi sendiri, nyiapkan makan sendiri. Nah itu yang akhirnya membuat aku mikir MENYIAPKAN MAKAN SENDIRI. Banyak yang mungkin enteng menjawab "beli aja" terlebih memang disekitar kampusku seolah surga kuliner yang gak pernah ada habisnya, MENGGIURKAN dan MURAH. Cocok banget untuk mahasiswa.

Enteng kan? Terlebih Prodiku merupakan prodi yang cukup ekstrim, membutuhkan waktu yang banyak buat belajar (meski ogah ogahan ๐Ÿคฃ), ngerjakan tugas, praktikum, nyusun laporan revisi, dll. Kayaknya bakal gak punya waktu untuk masak.

Aku juga bukan dari keluarga yang gak pernah krisis (butuh disyukuri juga). Jadi kalo tiap hari 3 kali makan harus beli, merupakan hal yang gak berat. Lalu, kenapa aku harus berfikir untuk masak???? ๐Ÿคจ

Melihat surga kuliner disekitar kampusku, membuat aku berfikir. Ya ampun, enak sekali masakan masakannya, terlebih jauh dari orang tua, selalu membayangkan masakan IBU, dan aku hawa yang nantinya harus menghidupi suami dan anak-anakku. Ketika aku gak bisa masak, bagaimana dunia bisa berjalan normal dikehidupanku? ๐Ÿ˜Ÿ๐Ÿ˜Ÿ๐Ÿ˜Ÿ.

Akhirnya kuputuskan, aku harus bisa masak. Gak rela kalo nanti suamiku lebih memuji masakan orang lain dibandingkan istrinya, anak-anakku lebih kangen masakan orang lain dibandingkan masakan ibunya. STOP. AKU GAK RELA.

Bermulailah gelombang kehidupanku, dan tantangan terberatku adalah waktu. Bener, berkompromi dengan waktu adalah tersulit bagiku. ๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ๐Ÿ˜ฆ, harus ada yang aku korbankan. Dan aku mengorbankan waktu travellingku.

Memang, ketika sudah suntuk, bosen, butuh inspirasi, cukup bagiku keliling kampus satu putaran penuh ๐Ÿ˜‚ (kampusku besar sis) mengugah aktivitasku kembali. Namun, saat otu aku putuskan untuk mengalihkan ke dunia kuliner.

Bermodal mampu masak mie instan, cukuplah. Dan akhirnya mulai berfikir bagaimana masak nasi tanpa magic com (kosanku melarang bawa), dan waktu itu masih zamannya minyak tanah ๐Ÿ˜‚ (ketahuan jadulku ya). Dan oke, SUKSES menanak nasi dengan cara tim.

Berlanjut belajar masak lauk, sayur. Dan syukur da temen yang bisa masak. Waktu itu, googling butuh ke warnet ๐Ÿ˜‚. Jadi, sehari sebelum eksekusi kudu lari kekosan sebelah. Nanya resep, pagi tinggal belanja.

Cukup cepat ternyata proses belajar masak. MASAK ALA KADARNYA dan itu modal pertama. Hingga saat ini, akhirnya ketagihan untuk eksplore masak. Bener loh, dari yang nol g bisa masak, jd mahir masak itu mudah. So, yang masih berfikir masak itu susah, gak penting, dan gak ada waktu, UBAH mind set lo, kalo gak pengen jadi istri dan ibu yang spesial di keluarga.

Pernah lihat film Ratatouille? Nah itu, semua bisa memasak. Huum memasak. Dari yang nol hinggal 90 minimal lah ๐Ÿคฃ. Dan itu TERBUKTI.

So, siap oprek resep masakanku? Tetep stay tune yach,, see you

No comments:

Post a Comment